Aneka Bukti Yesus adalah Hamba Allah

Di dalam sebuah kisah dalam Perjanjian Baru (Yohanes 20:28), disebutkan bahwa Tomas mengatakan, “My Lord and my God” (Tuanku dan Tuhanku). Orang Kristen bersikukuh bahwa Tomas menyebut Yesus dengan kedua sebutan itu. Istilah “lord” karena kata tersebut (sebagaimana dijelaskan di dalam Alkitab) mempunyai arti “tuan”, kecuali bagian2 tertentu dalam Perjanjian Lama, kata “lord” bisa disetarakan dengan “God”. Misalnya, dalam Mazmur 110:1 terdapat dua kata “lord”, yang pertama berarti “Tuhan”, sedang yang kedua berarti “tuan”. Sara juga memanggil suaminya dengan sebutan “Lord” (1 Petrus 3:6). Pendapat Tomas yang menyatakan bahwa Yesus adalah “Tuhan” adalah masalah lain. Yesus menunjukkan bahwa kitab2 Perjanjian Lama sendiri menyebut orang2 sebagai “Allah” atau “God” (Yohanes 10:34, Mazmur 82:6), bahkan Musa diangkat Tuhan sebagai “Allah” atau “God” (Keluaran 7:1).

Menurut “doktrin trinitas”, perbedaan antara Bapa dan Anak adalah esensial. Namun, prinsip ini dikaburkan oleh Yohanes 14:9. Di sini Yesus berkata kepada seseorang bernama Filipus, “…Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa…” Pernyataan yang secara harfiah sangat tegas itu mengandung sebuah doktrin yang sulit diterima, yaitu Yesus adalah Bapa. Para penafsir mengatakan bahwa “Bapa” adalah sinonim “Tuhan”. Kita bisa memahami maksud ucapan yang dinisbahkan ke dalam mulut Yesus sebagai “melihat dia adalah sama dengan melihat Tuhan karena ia adalah Tuhan”. Padahal, penulis yang sama juga menuturkan di dalam Yohanes 5:37, yang merupakan pernyataan Yesus sebaliknya. Dalam ayat ini, Yesus berkata mengenai Bapa kepada orang banyak, “…Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat.” Jelaslah, bahwa Yohanes 14:9 adalah bukti yang lemah.

YESUS DAN SYAITAN DALAM BIBLE
——————————————-

Dalam MATIUS 4:6 dan 7 jelaslah diterangkan bahwa Yesus itu taat dan Allah adalah Rab dan Tuhan menurut sabdanya dalam ayat 7: “Telah tersurat pula: janganlah engkau mencobai Allah Tuhanmu.”

Dalam ayat itu kita baca bahwa Iblis membawa Al-Masih dari tempat ke tempat … Bagaimana Iblis apat membawa-bawa Tuhan? Mahasuci Allah; Ia adalah di atas
segala fitnah (blasphemy).

Kemudian Iblis memerintah Yesus menyembah sujud kepadanya, lebih lagi membujuk dengan sekalian kerajaan serta kemuliaan dunia … Bagaimana Iblis sampai berani mengemukakan keberanian yang demikian kepada Khaliknya?…, dan
sesungguhnya ketika Iblis menghendaki Yesus melaksanakan
aneka perintahnya, Yesus menjawab dan bersabda bahwa telah
tersurat (dalam Kitab-kitab yang terdahulu): “Hendaklah engkau menyembah Allah Tuhanmu, dan beribadah hanya kepadaNya saja.” (Matius 4 10) …

ANAK-ANAK ALLAH
————————————————————

Yesus belum pernah menamakan dirinya “Putera Allah” (sejauh
saya mengetahuinya), tetapi beliau biasanya menamakan
dirinya “Anak-manusia” (Lihat Markus 2:1), dan walaupun
beliau mendengar orang-orang memanggilnya “Putera Allah” dan
menurut Bible, tidak berkeberatan, beliau tidak menganggap
bahwa panggilan itu bukan semata-mata bagi dia sendiri,
karena memang istilah Perjanjian Lama dan Baru itu, yakni
“Putera Allah,” untuk orang yang taqwa dan salih … begitu
pula dalam Matius 5:59 kita baca: “Berbahagialah segala
orang yang mendamaikan orang, karena mereka itu akan disebut
anak-anak Allah” … dan dalam Matius 5:45: “Supaya kamu
menjadi anak-anak Bapamu yang disurga;” Yahya 1:12 – “…
kepada mereka itulah diberinya hak akan menjadi anak-anak
Allah, yaitu kepada segala orang yang percaya akan namanya.”

Dan dalam Lukas 3:38 menamakan Adam, I-Tarikh 28:6 menamakan
Soleiman, Lukas 3:22 menamakan Yesus, Keluaran 4:22
menamakan Israel dan Yermia 3:9 menamakan Efrayim: “anak
Allah,” ada kalanya “anak Sulung Allah.” Dalam Rum 8:14
tertulis: “Karena seberapa banyak orang yang dipimpin oleh
Roh Allah, maka itulah anak-anak Allah.” Dalam I Yahya 3:10-
“Di dalam hal ini telah nyata segala anak Allah dengan
Iblis” …

Ayat-ayat terakhir ini jelas menafsir istilah yang
diwariskan dari orang Yahudi, “Anak Allah” secara kias
(allegorical).

ALLAH SANG BAPA
—————————-

MATIUS 5:48: “Sebab itu hendaklah kamu ini sempurna, sama
seperti Bapamu yang di surga sempurna adanya.” …

Matius 6:1 ” … jikalau demikian, tiadalah kamu mendapat pahala
dari pada Bapamu yang di surga.” …

Matius 7:21 – “Bukannya tiap-tiap orang yang menyeru Aku, Tuhan, Tuhan akan masuk ke
dalam kerajaan surga; hanyalah orang yang melakukan kehendak Bapaku yang di surga.” (N.B. Disini dipersamakan Kristus dengan Allah).

Nyatalah dari saduran-saduran tersebut dalam Bible bahwa istilah “Bapa” di banyak tempat digunakan untuk Allah dan tak pernah semata-mata untuk Al-Masih (Yesus) …

Matius 11:25 – “Pada waktu itu berkatalah Yesus demikian: Ya Bapa, Tuhan Langit dan Bumi. Aku memuji Engkau sebab Engkau melindungkan perkara ini dari pada orang budiman dan
berpengetahuan, dan menyatakan dia kepada kanak-kanak” …

YESUS YANG BERDOA
————————————————————

MATIUS 14:23 – “Setelah sudah disuruhkannya orang banyak itu
pulang, Ia pun naik ke atas gunung hendak berdoa (pray).”
Jika Yesus adalah Tuhan atau sebagian dari Tuhan, maka
kenapa beliau berdoa? Sebenarnya, berdoa itu selalu
merupakan suatu permohonan dari seseorang yang menyerahkan
diri, karena memerlukan dan bergantungan kepada
belas-kasihan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

YESUS SEORANG NABI TUHAN
————————————————————

MATIUS 19: 16, 17 – Maka tiba-tiba datanglah seorang
kepadanya, serta berkata: “Ya Guru, kebajikan apakah patut
hamba perbuat, supaya beroleh hidup yang kekal?” Maka kata
Yesus kepadanya: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepadaku
dari hal kebajikan? Ada Satu yang baik, yaitu Tuhan. Tetapi
jikalau engkau mau masuk kepada hidup, turutlah hukum-hukum
itu.” Dari ayat-ayat tersebut, kita perhatikan pengakuannya
tentang penyerahan dirinya, taatnya kepada Tuhan.

MATIUS 21:45, 46 – “Apabila kepala-kepala imam dan orang
Parisi itu mendengar segala perumpamaannya, maka
diketahuinya bahwa mereka itu sendiri yang disindirkannya.
Maka tatkala mereka itu mencari jalan hendak menangkap Dia,
datanglah takut mereka itu akan orang banyak, karena orang
banyak itu menilik Dia seorang nabi.”

Ini sebetulnya ada satu dari pada aneka bukti melawan mereka
yang percaya akan Ketuhanan Yesus (Penjelmaan Tuhan, the
incarnation of God). Jika mereka ingin merenungkan saja.

YESUS SEORANG HAMBA ALLAH
——————————————–

MATIUS 23:8 – “Tetapi janganlah kamu ini dipanggil orang
“Guru Besar” karena Satu sahaja Guru kamu kendatipun
Kristus, maka kamu sekalian ini bersaudara” Di sini
jelaslah terbukti bahwa Yesus adalah hamba Allah, dan hanya
ada satu guru, yaitu Dia adalah Allah (Terjemahan Inggeris
lebih terang dari pada saduran dalam bahasa Indonesia).

MATIUS 23:9 – ,,Dan janganlah kamu memanggil “Bapa” akan
barang seorang pun di dalam dunia ini, karena Satu sahaja
Bapa kamu, yaitu yang ada di surga.” Dari ayat ini kita
dapat mengerti bahwa “bapa dan anak” hanya mengandung maksud
akan hubungan Tuhan dan para hambaNya dalam makna umum, dan
bukannya hanya bagi Yesus.

Matius 24:36 – “Tetapi akan hari dan ketikanya tiada diketahui oleh seorang juapun, meskipun malaekat yang di surga atau anak itu, melainkan hanya Bapa
sahaja.”

Dengan lain kata, pengetahuan Yesus tidak sempurna seperti halnya dengan lain-lain orang, dan hanya Allah Yang Maha Mengetahui.

Matius 26:39 – “Maka berjalanlah Ia (Yesus) ke hadapan sedikit, lalu sujudlah Ia berdoa, katanya: “Ya Bapaku, jikalau boleh, biarlah kiranya cawan ini lepas dari padaku …”

Teranglah bahwa Yesus tidak mengetahui kehendak Ilahi, dan kita melihat bahwa beliau adalah seorang hamba Allah, dan semata-mata Allah-lah yang dapat menyebabkan perubahan …

PENGHIMPUNAN DARI BIBLE
—————————————

MATIUS 27: 7, 8 – “Lalu bersepakatlah mereka itu membeli dengan uang itu sebidang tanah tukang periuk, akan menjadi tempat pekuburan orang keluaran. Itulah sebabnya tanah itu dinamakan Tanah Darah, hingga hari ini.” …

Dari kedua ayat ini kita mengerti bahwa Perjanjian Baru tidak ditulis sewaktu hayatnya Yesus, tetapi lama setelah timbulnya aneka kejadian tersebut dan sekedar perkara-perkara itu diputarbalik teringat pada orang-orang …

Matius 27:46 –
“Maka sekira-kira pukul tiga itu berserulah Yesus dengan suara yang nyaring: “Eli, Eli, lama sabachtani” artinya: ,,Ya Tuhanku, Ya Tuhanku, apakah sebabnya Engkau
meninggalkan aku?” …

Penerimaan orang Nasara Yesus yang berteriak kata-kata tersebut sedangkan beliau lagi disalib, merupakan satu penghinaan besar baginya, karena kata-kata itu hanya dapat
diucap oleh orang yang tidak percaya Tuhan.

Selanjutnya, tidak bisa dipercaya bahwa kata-kata demikian datangnya dari
seorang Nabi, karena Allah tidak pernah ingkar janjinya dan para Nabi semua tahu benar akan hal ini.

YESUS PENDAKWA KEESAAN TUHAN
————————————————————

YOHANES 17:3 – “Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka
itu mengenal Engkau, Allah yang Esa dan Benar, dan Yesus
Kristus yang telah Engkau suruhkan itu.” …

Markus 12:28 -30 – “Maka datanglah seorang ahli Torat; setelah didengarnya
bagaimana mereka itu berbalah-balah sedang diketahuinya
bahwa Yesus sudah memberi jawab yang baik, lalu ia pula
menyoal Dia, katanya: “Hukum yang manakah dikatakan yang
terutama sekali? Maka jawab Yesus kepadanya: “Hukum yang
terutama inilah: Dengarlah olehmu, hai Israil, adapun Allah
Tuhan kita, ialah Tuhan yang Esa; maka hendaklah engkau
mengasihi Allah Tuhanmu dengan sebulat-bulat hatimu, dan
dengan segenap jiwamu, dan dengan sepenuh akal-budimu, dan
dengan segala kuatmu”: ini merupakan rukun yang pertama …

Markus 12:32 – “Lalu kata ahli Torat kepadanya: “Ya Guru,
amat benarlah segala kata Guru, bahwa Allah itu Esa adanya,
dan tiada yang lain, melainkan Allah”

Markus 12:34 –
“berkatalah Yesus kepadanya: “Engkau tiada jauh lagi dari
pada kerajaan Allah” … Dari ayat-ayat ini, Yesus
menyaksikan bahwa Tuhan adalah Allah yang Esa, tiada ada
lain dari Allah, dan siapa saja yang percaya akan
Ke-EsaanNya, maka ia dekat dengan kerajaan Allah. Oleh
karena itu siapa yang menyekutukan Tuhan dengan
sekutu-sekutu atau percaya akan Trinitas, ia jauh sekali
dari Kerajaan Allah, dan siapa yang jauh dari Kerajaan Allah
ia adalah musuh Allah …

Matius 24:36 – “Tetapi akan hari dan ketikanya tiada diketahui oleh seorang juapun, meskipun malaekat yang di surga atau Anak itu, melainkan hanya Bapa
sahaja.” (Cf. Quran 33:63).

Ayat tersebut menyatakan bahwa Yesus tunduk kepada Allah dan
bahwa beliau tidak ada bagiannya dalam Ketuhanan dan
sangkaan bahwa beliau adalah penjelmaan Allah merupakan satu
bid’ah dari orang-orang Kanaan … Yahya 20:16-18 – “Lalu
berkatalah Yesus kepada Maryam; Maka berpalinglah Maryam
sambil sembahnya dengan bahasa Ibrani: “Rabbuni” artinya
Guru. Maka Yesus pun bersabda kepadanya: “Janganlah engkau
menyentuh aku, karena belum aku naik kepada Bapa, tetapi
pergilah engkau kepada segala saudaraku, dan katakanlah pada
mereka itu: Aku naik kepada Bapaku dan Bapamu, dan kepada
Tuhanku dan Tuhanmu. “Maka pergilah Maryam Magdalena dan
mengkhabarkan kepada murid-murid itu, katanya: “Aku sudah
berjumpa dengan Tuhan. Dan lagi katanya kepada mereka itu
bahwa ia sudah mengatakan segala perkara itu kepadanya.” …
Dari cerita di atas, Yesus jelas menyaksikan bahwa Allah
adalah Allahnya dan Allah mereka, tidak membedakan
sedikitpun antara beliau dan mereka dalam melaksanakan
ibadat terhadap Allah yang Esa. Siapa yang percaya bahwa
Yesus Kristus adalah Allah membuat sesungguhnya suatu fitnah
(blasphemy) terhadap Allah, dan mengkhianati Al-Masih dan
semua para Nabi dan Rasul Allah …

Bukti secara Menyeluruh.

Orang Kristen bersandar pada ayat di dalam Yohanes 5:18, “…karena ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapanya sendiri dan dengan demikian menyamakan dirinya dengan Allah.” Mereka melewatkan ayat2 selanjutnya yang menjelaskan bahwa Yesus menundukkan dirinya di hadapan Tuhan dan menjelaskan kerendahan posisinya di hadapan Tuhan, bahkan secara tegas Yesus menyatakan dirinya sebagai rasul/utusan Tuhan (Yohanes 5:30-31).

Di dalam Matius 2:5, Yesus berkata kepada seorang yang lumpuh, “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.” Beberapa orang ahli Taurat yang hadir di situ merasa kaget dan bertanya2 di dalam hati, “Siapakah yang dapat mengampuni dosa selain dari Allah sendiri?” Sementara itu, di dalam ayat Yohanes 12:49 Yesus menafikan inisiatif pribadi dengan berkata, “Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.” Lihat juga Yohanes 8:40-42 yang sangat tegas menyatakan bahwa Yesus hanyalah seorang rasul/utusan Tuhan untuk umat Israel.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: